Search This Blog

Sunday, October 11, 2020

LINK & MATCH ANTARA VOKASI DENGAN INDUSTRI & DUNIA KERJA

 

Dunia  industri dan dan dunia kerja mungkin udah ada yang puas dan ada yang lumayan, tapi mereka ini sering berpikir "ini ada materi baru perkembangan industri tidak diajarkan justru tidak diajarkan di perkuliahan dan pembelajaran? atau mereka juga sering bertanya-tanya Kenapa kok soft skill lulusan kurang ini, kurang itu? kenapa communication skill nya kurang atau mungkin Daya juang mereka-mereka Sikap mereka ketika bekerja juga dinyatakan belum siap kerja?

Nah...ini ini jelas ada gap. Masih ditambah dengan fakta banyak orang masih beranggapan melihat satu data mungkin dari tahun ketahun pengangguran dari lulusan SMK sudah berkurang tetapi masih dianggap terlalu banyak di tengah-tengah harapan besar rakyat Indonesia pendidikan vokasi akan mampu menghasilkan SDM yang kompeten Dan unggul.

 

Situasi ini kemudian juga ditambah dengan beberapa pihak yang masih greget, masih penasaran ini Kenapa kok belum bisa vokasi menjadi andalan kita sehingga misalnya DPR membentuk Panja vokasi.

 

Panja khusus untuk meneliti mengakses mencari tahu mencari jawab kenapa vokasi belum bisa diandalkan dan ditambah lagi Bappenas beserta pihak-pihak yang lain Kementerian yang lain juga sedang menyusun buku putih untuk mencari jawabannya Kenapa vokasi masih belum bisa maksimal.

 Link and match itu adalah jawabannya dari timpangnya antara demand dan drivend oleh industri dan duni pendidika kejuruan. tetapi saya ingin masuk dari angel input proses output dan input proses output dan outcome ini adalah satu kesatuan yang akan menjadi jawaban link and match seperti apa yang akan menjawab kebutuhan industri dengan SDM yang kompeten.

Kalau berani menyatakan I am competent! bukannya aku sudah belajar apa? kalau aku sudah belajar apa itu hanya mengandalkan ijazah, bukan I am competent, bukan aku mampu apa, bahkan kita harus pastikan output ini berapa, membuat outcome yang benar-benar membuat industri memiliki daya saing tinggi produktivitas tinggi sehingga itu akan menjadi penciptaan perkembangan ekonomi yang fantastis terdorong dengan output SDM yang unggul dan Kompetensi ini tadi untuk mencapai output ini proses Ada banyak hal yang harus kita lakukan misalnya kurikulum pengajar magang komitmen serapan industri dan sebagainya.


No comments:

Post a Comment